Internasional

Perempuan Iran Ikut Latihan Senjata di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

TEHERAN - Sejumlah perempuan yang dilaporkan mendukung pemerintah Iran terlihat mengikuti pelatihan penggunaan senjata api di sebuah pusat militer di Teheran. P...
Devi Sry Atmaja
Devi Sry Atmaja
08 Oktober 2026 · 14:42 WIB · 3 Views
Perempuan Iran Ikut Latihan Senjata di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

Foto: Reuters


TEHERAN - Sejumlah perempuan yang dilaporkan mendukung pemerintah Iran terlihat mengikuti pelatihan penggunaan senjata api di sebuah pusat militer di Teheran. Pelatihan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan warga sipil menghadapi kemungkinan serangan darat dari pasukan AS dan Israel. Pemerintah Iran diketahui membuka pusat pelatihan baru yang ditujukan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi eskalasi konflik. Inisiatif tersebut diberi nama JaanFada, yang berarti pengorbanan diri. Program ini diluncurkan pemerintah Iran di tengah perang yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

Dalam pelatihan yang berlangsung di salah satu pusat militer di Teheran, para perempuan terlihat mempelajari penggunaan senjata api. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mobilisasi warga sipil yang dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan konflik lebih luas. Namun, program JaanFada juga menuai kritik. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah adanya laporan mengenai anak-anak berusia di bawah 18 tahun yang turut mendaftarkan diri dalam program tersebut.

Pemerintah Iran menyatakan lebih dari 31 juta orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti inisiatif JaanFada. Namun, pihak oposisi mempertanyakan dan membantah keakuratan angka yang disampaikan pemerintah tersebut. Program tersebut berlangsung dalam situasi keamanan yang masih tegang. Serangan AS dan Israel pada 28 Februari disebut memicu konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan.

Gencatan senjata yang tercapai pada 8 April mengakhiri 40 hari perang terbuka. Meski demikian, situasi belum sepenuhnya stabil karena pertempuran sporadis dilaporkan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi tersebut, sumber-sumber menyebut Iran tengah mempersiapkan kemungkinan respons yang lebih luas dan lebih kuat apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan berskala besar.

Persiapan warga sipil melalui program JaanFada pun menjadi salah satu indikasi bagaimana pemerintah Iran berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan eskalasi konflik. Namun, informasi mengenai skala sebenarnya program dan jumlah peserta masih menjadi perdebatan antara pemerintah Iran dan pihak oposisi.