Jakarta – Marlina Chlara Sesa tidak menyerah pada satu kegagalan. Setelah gagal dalam seleksi pramugari, perempuan asli Papua ini justru bangkit dan menorehkan sejarah sebagai perempuan Papua asli pertama yang berhasil meraih lisensi Airbus A320 Type Rating
Kisah Marlina menjadi contoh nyata bagaimana kegagalan dapat menjadi pintu menuju pencapaian yang lebih besar. Alih-alih putus asa, ia memilih jalur yang lebih menantang: belajar menjadi pilot di Filipina. Perjuangannya kemudian terbayar setelah menyelesaikan pelatihan Type Rating
Dukungan Otsus ini menjadi faktor krusial. Biaya pelatihan pilot yang sangat mahal sering kali menjadi mimpi yang mustahil bagi anak-anak Papua. Melalui program pemerintah tersebut, Marlina berhasil mengubah nasibnya dan membuktikan bahwa investasi pada sumber daya manusia di Papua mampu melahirkan talenta berkualitas di sektor penerbangan nasional.
Pencapaian Marlina juga memiliki makna yang lebih dalam: memecah dominasi gender dan kesenjangan wilayah di industri aviasi Indonesia. Selama ini, profesi pilot masih identik dengan laki-laki dan didominasi oleh mereka yang berasal dari wilayah Indonesia bagian barat. Keberhasilan Marlina sebagai perempuan Papua asli menjadi angin segar sekaligus bukti bahwa talenta dari daerah terdepan mampu bersaing di tingkat nasional.
Kini, Marlina berada satu langkah lebih dekat menuju cita-citanya menjadi pilot maskapai komersial. Perjalanannya diharapkan dapat menginspirasi ribuan perempuan dan pemuda Papua lainnya untuk berani mengejar karier di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta profesi yang selama ini dianggap eksklusif.
Dengan semakin banyaknya talenta seperti Marlina, dunia aviasi Indonesia di masa depan diyakini akan semakin berwarna, inklusif, dan mencerminkan keberagaman Nusantara.