ACEH BARAT – Ketika sebagian orang dapat berangkat bekerja melalui jalan beraspal dan kendaraan yang nyaman, seorang guru di Desa Sikundo, Kabupaten Aceh Barat, justru harus menghadapi perjalanan yang penuh bahaya setiap kali hendak mengajar. Tak ada jembatan yang layak untuk dilalui. Akses menuju sekolah rusak, memaksa sang guru menyeberangi sungai dengan cara yang mengundang rasa haru sekaligus keprihatinan. Berpegangan pada seutas tali yang dibentangkan di atas aliran sungai, ia melangkah perlahan melawan derasnya arus demi memastikan anak-anak didiknya tetap mendapatkan pelajaran.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana perjuangan seorang tenaga pendidik di daerah terpencil tidak hanya menuntut kesabaran dan pengabdian, tetapi juga keberanian menghadapi risiko keselamatan. Perjalanan menuju sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan perjuangan yang harus dilalui setiap hari. Di tengah keterbatasan infrastruktur, semangat untuk mencerdaskan generasi muda menjadi alasan utama yang membuat sang guru tetap bertahan menjalankan tugasnya.
Kondisi ini menjadi potret nyata masih adanya kesenjangan pembangunan di sejumlah wilayah Indonesia. Infrastruktur yang belum memadai tidak hanya menyulitkan aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pendidikan. Guru dan siswa di daerah terpencil masih harus menghadapi berbagai tantangan yang jauh berbeda dibandingkan mereka yang berada di wilayah perkotaan.
Di balik ruang kelas sederhana dan fasilitas yang terbatas, tersimpan tekad besar untuk menjaga agar pendidikan tetap berjalan. Bagi anak-anak di pelosok, kehadiran guru setiap hari menjadi harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, meski harus melewati sungai dengan risiko tinggi, semangat mengajar tidak pernah padam.
Kisah ini pun mengundang perhatian luas dari masyarakat. Banyak warganet menyampaikan apresiasi atas dedikasi sang guru, sekaligus berharap pemerintah segera membangun akses yang aman menuju sekolah agar aktivitas belajar mengajar tidak lagi dibayangi ancaman kecelakaan.
Perbaikan jalan maupun pembangunan jembatan dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Infrastruktur yang layak bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin hak setiap anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang aman dan berkualitas.
Perjuangan guru di Desa Sikundo menjadi pengingat bahwa di balik cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, masih ada sosok-sosok yang rela mempertaruhkan kenyamanan bahkan keselamatan demi memastikan ilmu pengetahuan tetap sampai kepada anak-anak di pelosok negeri.